Senin, 17 September 2012

Pameran Alat Musik Tradisional Nusantara

Tanggal 16 September kemarin menghabiskan waktu di museum Negeri NTB bersama mylovely sister, Ridhol Walidaini. Niat awalnya sih maunya ke sana hanya 30 menit saja, tapi yang terjadi akhirnya sampai pukul 5.15 menit.
Okeh, kenapa harus ke Museum? Ada apakah di sana? Seperti yang tertulis di baliho besar yang ada di sebelah timur museum, sejak tanggal 16 sampai dengan 30 September mendatang, Museun Negeri NTB mengadakan pameran alat musik nusantara.
Nah itu sister aku yang tengah berpose di pintu masuk ruangan tempat alat musik dipamerkan. Ada beberapa alat musik yang sempat terabadikan. okeh ini dia diantaranya::
Apa ya namanya? coba di zoom ajjah fotonya. Awas, jangan melihat orangnya. Nanti terpikat karena saking imutnya, haha

Rabu, 01 Agustus 2012

Menjadi Guru TK itu...

My students at Kindergarten school

Menjadi seorang guru TK, tidak hanya dibutuhkan kesabaran yang luar biasa besarnya. Namun juga sifat ceria setiap harinya. Kita tidak mungkin menghadapi anak-anak yang usianya rata-rata 4-5 tahun itu dengan wajah masam. Kita juga tidak mungkin memaksa mereka untuk mengerti keadaan kita yang mungkin hari itu lagi tidak mood mengajar. Kitalah yang harus membuka pintu kemudian masuk ke dalam dunia mereka. Dunia bermain dan keceriaan. Kita juga harus tau bagaimana cara merajuk mereka. Menenangkan mereka saat menangis karena berebut mainan, jatuh atau dipukul teman (saat seperti ini kita menjelma menjadi ibu atau ayahnya).

Menjadi guru TK tidak hanya harus kreatif, tetapi juga harus tau apa yang anak-anak didik kita sukai. Sesekali kita harus mengajak mereka mengobrol sehingga mereka akan merasa aman dan nyaman bercerita dengan kita. kita harus bisa mengontrol diri agar jangan pilih kasih. Kita harus menyayangi, memerhatikan, mengerti dan mendekati mereka secara sama. Walaupun itu sulit. Memerhatikan satu-persatu 20-25 siswa dalam satu kelas. Namun, dengan memberikan sebuah senyuman sudah cukup mewakili kalau kita memerhatikan mereka.

Menjadi guru TK itu, mengajari kita tentang kepolosan. Mereka nakal namun cengeng. Mereka diam namun cerdas. Mereka aktif namun malas mengikuti pelajaran. Semua kekurangan pada mereka seperti selalu saja bisa dimaafkan. Karena mereka masih polos.

Aku belum bisa mengatakan kalau aku suka menjadi guru TK, tapi aku ingin mengatakan aku suka melihat mereka tersenyum bahagia saat berhasil menulis angka 1,2,3 atau huruf a,b,c. saat mereka manja ingin di pangku atau saat mereka memanggilku kemudian mencubit pipiku malah ingin menciumnya. Aku suka anak-anak (insya Allah harus punya banyak anak besok. Minimal 15, hehe)

SKS [Salam Kreatif Selalu]

Kamis, 19 April 2012

Teknik Menulis Judul Cerpen Paling Topcer



Oleh Joni Lis Efendi
www.menulisdahsyat.blogspot.com

Diskusi kita kali ini tentang judul cerpen. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menulis judul cerpen supaya lebih menarik, sesuai dengan isi dan elegan alias bisa dibawa ke atas (kalo dibawa ke tengah bisa kelelap alis tenggelam, hehe ...)

Hal yang harus diperhatikan:
1. Kata-kata yang menarik, enak didengar telinga dan nyaman dilihat mata.
2. Sesuai dengan isi cerpen.
3. Terdiri dari 1-4 kata, supaya lebih mudah diingat pembaca dan memberikan efek visualisasi yang kuat di imajinasi pembaca. Coba bandingkan: Menangkap Hantu (judul yg disarankan); Menjelang Tengah Malam Jumat Kliwon Kami Menangkap Hantu (judul yang terlalu panjang, tdk disarankan)
4. Memiliki makna luas, contoh kata "ibu" (bisa berarti orang yang melahirkan kita, pusat, induk, sebutan wanita dewasa, istri ayah, dll)
5. Kata aktif, supaya kesannya kuat. Contok kata aktif: Memperjuangan Cinta, contoh kata pasif; Cinta Diperjuangkan
6. Sesuai dengan segmen pembaca: contoh remaja suka yang romantis melankolis atau rada-rada gaul, wanita dewasa suka yang berbau romantis atau feminim, sastra lebih pas dengan judul metafora, anak-anak suka dengan kata-kata polos dan lugas.
7. Hindari kata-kata kasar atau makian. Contoh: Cewek Setan, Lelaki Anjing Kurap, Anak Tahi Kucing, dll
8. Hindari kata keterangan waktu atau tempat misalnya: Di Pasar Ini Aku Berjualan, Menunggu Senja yang Muram, Di Awal Pagi Aku Sendiri, dll. Kata-kata keterangan tempat dan waktu bersifat pasif dan cenderung jatuh ke kata klise (biasa).


Catatan: Cara Penulisan Judul
• Penulisan judul awal katanya harus HURUF BESAR atau seluruh katanya huruf besar,contoh "Wasiat Ayah" atau "WASIAT AYAH".
• Kata hubung atau keterangan (di, untuk, kepada, pada, ini, itu, sana, sini) tapi jika awal judul tetap huruf besar (contoh: "Kepada Ayah") kalau di tengah ditulis kecil "Surat kepada Ayah"

Contoh penulisan judul:
• "Sebait Puisi Matahari" (benar)
• "SEBAIT PUISI MATAHARI (benar)
• "sebaik puisi matahari" (salah)
• "Kado untuk Mama" (benar)
• "KADO UNTUK MAMA" (benar)
• "Kado Untuk Mama" (salah)
• "kado untuk mama" (salah)

Selasa, 17 April 2012

Ost Heartstring: Lucky-Jong Yong Hwa


Ini scene yang paling aku suka di Heartstring. Jong Yong Hwa, you make my heart melt in this time. Your voice, your character, your hand and the song ... <3. Mendengar ini selalu membuat nyaman.

Ost Heartstrings: Park Shin Hye ft. Lee Hyun Jin


Waktu Scene yang ini rasanya merinding banget dengerin suaranya Lee Hyun Jin dan permainan kelompok grup musik tradisonalnya Park Shin Hye cs. Amazing!

Ost Heartstring: I will forget you


Waktu Park Shin Hye nyanyiin lagu ini di drama Heartstring, nyampe banget apa yang ingin di katakan. Seperti judulnya, I will forget you. Perasaan yang sama pada waktu itu.

Kakak, Aku Merindukanmu

Hida and Me

Kakak, sudah berapa tahun kita tidak bertemu?
mengendapkan rindu pada dinding hatiku
Kakak, kau tau aku mengira-ngira
bagaimanakah rupamu sekarang?
atau apakah pekerjaanmu sekarang?
Kakak, karena tidak ada foto atau kartu pos yang kau kirimkan untukku
aku pikir kau mungkin melupakanku.
Kakak,kau tau bahwa aku selalu menunggumu
Ah, atau mungkin kau yang tengah menungguku di sana?
Kakak, kakak, kakak aku ingin menangis
Kakak, apa kau melupakanku?
Kakak aku rindu padamu

Bukuku: Kita Kata Cinta

Sampul depan buku

BACA TULISANKU DI SINI; UNTUK SEMUA YANG PERNAH DITINGGAL OLEH SESEORANG YANG SANGAT KALIAN CINTAI. DIKEMAS DENGAN GAYA DAN BAHASA YANG BERBEDA :D

ISBN: 978-602-225-230-6
Terbit: Januari 2012
Tebal: 242 halaman
Harga: Rp. 48.400,00


Deskripsi:
“Cericit burung di dedahan melantunkan tembang cinta. Kita yang kadang terjebak dalam sunyi yang membosankan selalu menghibur dengan kata-kata bijak: “Kehidupan seolah hanya memaknai salah satu titik yang akan dibaca oleh pewaris masa depan. Begitupun dengan cinta.” Percintaan memang selalu menjadi inspirasi terbesar dalam membuat sebuah karya yang populer, mulai jatuh cinta hingga patah hati. Memotret realitas yang ada di masyarakat dalam kaitannya dengan cinta itu, seperti tentang para pecinta yang dimabuk cinta oleh kekasih mereka. Tapi ia tetap menempatkan agama sebagai batas dalam hubungan antara manusia lain jenis itu. Inti dari buku ini adalah sebuah pengajaran tentang nilai-nilai cinta yang agung dan suci, yang karenanya ‘cinta’ mesti dijauhkan dari syahwat yang terlarang, yang hanya akan merusak keagungan dan kesucian cinta itu sendiri.”
(Hylla Shane Gerhana, Analyst Unicef, Cerpenis dan Pecinta Sastra)

“Ketika lagu tak hanya sekedar pemanis di telinga, saat lirik tak hanya rangkaian aksara saja, manakala melodi bukan cuma irama semusim. Kita Kata Cinta, menyajikan cerita inspiratif yang terlahir dari lagu-lagu indah. Tak ada satu pun kejadian di dunia ini yang tak berarti. Cinta dan rindu menjadi sajian yang kembali melengkapi kisah yang ada. Melodi mengalun indah dalam tarian pena yang tergenapi. Sungguh, nada-nada ini terlalu manis untuk dilewatkan.”
(Endang SSN, Penulis Novel “Harmoni Cinta di Ujung Senja”)

silakan di order lewat website Leutika Prio atau klik link ini: http://www.leutikaprio.com/produk/11027/kumpulan_cerpen/1201398/kita_kata_cinta/11061523/writing_revolution_04
atau bisa langsung order sama saya

Bukuku: Writing Dream

Cover depan buku


SATU LAGI BUKUKU TENTANG DUNIA TULIS MENULIS.

ISBN: 978-602-225-234-4
Terbit: Januari 2012
Tebal: 229 halaman
Harga: Rp. 46.500,00


Deskripsi:
Semua berawal dari impian. Orang-orang besar membangun kesuksesannya dari batu bata impian yang mereka susun dari awal. Boleh saja orang-orang menganggap itu gila, tapi mereka menggigit kuat-kuat impiannya itu sampai terwujud. Inilah saatnya kamu mewujudkan impian menjadi seorang penulis. Semua orang berhak bermimpi untuk menjadi penulis hebat. Nah, tulislah sekarang juga impian besarmu itu. Kemudian berusahalah untuk mewujudkannya dengan segenap perjuangan, kegigihan, konsistensi, dan antusiasme yang meluap-luap. Buku ini berisi impian-impian besar calon penulis masa depan Indonesia. Tanpa membatasi umur, mulai dari anak SD sampai ibu-ibu turut menulis impiannya di dalam buku ini. Ramuan semangat dan kisah nyata terasa teramat manis sebagai langkah awal yang penting dalam menapaki karier kepenulisanmu. Genggam erat impianmu, dan jadilah bagian dari penulis yang berdedikasi untuk membangun peradaban Indonesia lebih maju dan bermartabat di mata dunia.

silakan di order lewat website Leutika Prio atau klik link ini: http://www.leutikaprio.com/produk/110212/dunia_tulis_menulis/1201394/writing_dream_mewujudkan_impian_menjadi_penulis/11112641/writing_revolution
atau bisa langsung order sama saya

Bukuku: World Of Fantasy

Cover depan buku

SEBUAH TULISAN TENTANG DUNIA MIMPI DAN FANTASI; TULISAN TENTANG SIWON YANG KUTULIS UNTUK ZEE ADA DI SINI.


ISBN: 978-602-225-233-7
Terbit: Januari 2012
Tebal: 233 halaman
Harga: Rp. 47.100,00

Deskripsi:
“Mencoba mengulang sukses dan kembali berkolaborasi dengan penulis Senarai Tarian Imaji dan Ber-soundtrack 100 % Cinta. World of Fantasy dikemas dengan intensitas aksi fantasi yang tinggi. Sejak cerita bergulir hingga menjelang cerita berakhir, konflik terus dieksplorasi lewat pertempuran yang nyaris tanpa henti antara karakter protagonis dan antagonis. Menggarap sekuel, namun juga menambahkan bobot konflik. Caranya, dengan memunculkan karakter antagonis dengan kekuatan yang jauh lebih hebat sejak menit-menit awal. Surprise yang seharusnya diberikan oleh ending tersebut menjadi sedikit nilai lebih efek dari buku ini.” (Hylla Shane Gerhana, Analyst Unicef, Cerpenis, dan Pencinta Sastra)